Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Ada suatu perasaan yang kian bertambah dan semakin bertambah. Ya, tidak lain tidak bukan perasaan sayang hanya untuknya seorang. Seorang yang hadir memberi warna di hidupku. Seorang yang berhasil menarikku kembali kepada indahnya dunia. Seorang yang berhasil meyakinkan ku lagi pada suatu yang biasa orang sebut itu, cinta. Mungkin aku masih terlalu kecil untuk membicarakan soal cinta. Tapi bukan salahku apabila aku bisa merasakannya, karna cinta hadir di waktu yang tidak kita duga. Rasa itu yang ia bawa dan ia hadirkan kembali. Yang memberi warna lebih di dalam hidupku. Dan rasa itu semakin lama kurasakan, semakin bertambah. Saat rasa sayang itu sudah melekat, satu hal yang amat ku takutkan. Ia berubah tanpa alasan. Dan akhirnya memilih untuk pergi.
Aku tau, disuatu hubungan pasti ada rasa yang namanya bosan. Tapi rasa itu tidak pantas diucapkan untuk meninggalkan orang yang kita sayang. Saat kita memasuki fase itu, bukan memilih untuk pergi. Tetapi mencari cara bagaimana agar hubungan itu kembali berwarna. Aku juga tau suatu hubungan bisa berakhir. Aku tau, disetiap ada kata "hai" akan ada dua kata yang amat menyakitkan, "selamat tinggal". Ya memang, disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Aku tau itu. Dan aku tau, aku sangat menakuti dua kata itu. Tidak hanya darinya, tapi dari siapapun yang ku sayang.
Karena itu, rasanya ingin sekali kudekap dirinya dan tak akan melepaskannya. Saat berada disampingnya, suatu rasa hadir mengepung diriku, rasa itu adalah rasa aman. Dan saat berada dipelukannya, ada rasa lain yang hadir, yang memaksaku agar tidak melepaskan pelukannya, rasa itu adalah rasa nyaman. Saat melihat senyum dan tawanya, rasa bahagiaku muncul begitu saja walau aku tak tau ia tersenyum dan tertawa karna hal apa. Dan saat melihatnya meneteskan air mata, suatu rasa yang menyesakkan hadir memenuhi jantungku, dibarengi dengan rasa sedih karna aku tak berhasil membuatnya tersenyum. Dari semua rasa yang ia berikan itu berkumpul menjadi satu. Rasa sayang. Entah kenapa aku bisa menyayanginya. Dan merasa amat sangat takut apabila suatu saat ia pergi meninggalkanku. Semakin bertambahnya rasa sayangku padanya, semakin bertambah juga rasa takutku apabila suatu saat aku kehilangannya.
-17010119-
Kamis, 10 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar