Selasa, 22 Juli 2014

Bisikan Hati.

Sore mulai menjelang. Semburat jingga yang syahdu mengganti warna biru tenang langit Indonesia bagian barat ini. Gadis itu duduk terdiam menatap atraksi pergantian warna langit itu. Matanya tertuju hanya ke satu titik. Belaian lembut anginpun tak membuatnya beralih pandang. Fikirannya terkunci pada sesosok laki-laki yang amat ia sayangi. Ia sangat takut apabila kata dan perbuatannya menyakiti hati dan perasaan laki-laki itu. Baginya, sesosok itu adalah salah satu harta yang paling berharga dihidupnya. Ia tak mau apabila suatu saat hartanya itu ditemukan oleh orang lain dan orang itu merebut harta itu darinya. Karena itu, ia mencoba mengubur harta itu di hatinya yang terdalam. Mencoba untuk menyembunyikannya dari orang-orang agar harta itu tak lepas dari dirinya. Tak sadar, air matanya terjatuh mengaliri pipinya. Rasa takut akan perbuatan dan perkataannya yang bisa  saja menyakiti laki-laki itu terasa menyekat tenggorokannya sehingga ia sulit untuk bernafas. Aliran air matanyapun semakin deras. Disaat yang seperti ini, ia tak tahu lagi harus berbuat apa. Ia hanya tak ingin melukai hati seorang yang amat ia sayangi itu. Hatinya pun berbisik, berharap seorang itu dapat mendengarnya dari kejauhan..

Maaf apabila aku mengganggumu
Maaf apabila aku mengusikmu
Maaf apabila aku menyulitkanmu
Maaf apabila aku menjadi bebanmu
Maafkan aku yang tidak pernah bisa menjadi apa yang kau mau
Maafkan aku yang tidak mengerti situasimu
Maafkan aku..
Maafkan aku yang terlalu menyanyangi dirimu
Maafkan aku yang ingin memilikimu selamanya
Maafkan segala keserakahan ku
Maafkan segala kesalahanku
Semua yang kulakukan padamu, semata-mata hanya karna aku menyayangimu
Aku harap kau paham maksudku..
Aku sayang kamu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar