Karena sesuatu yang kita inginkan, bukan menjadi yang kita butuhkan.
Aku berjalan, berjalan menyusuri terjalnya sebuah jalan. Jalan yang memang sudah diberikan Tuhan. Jalan itu sulit, sangat sulit. Aku tak sanggup menyusuri jalan itu sendiri. Aku butuh teman. Teman yang bisa mendampingiku menyusuri jalan itu. Hingga pada akhirnya datang seorang itu. Seorang yang berani melewati jalan itu. Seorang itu menemaniku menyusuri jalan terjal itu. Jalan yang penuh dengan batu tajam yang menyakitkan. Orang itu berhasil menemaniku untuk beberapa saat sehingga menimbulkan sedikit rasa nyaman. Rasa nyaman yang akhirnya memunculkan harapan. Harapan itu memunculkan keinginan untuk menggenggamnya, untuk mencegahnya meninggalkanku di jalan yang terjal itu sendiri lagi. Namun saat ditengah jalan, orang itu memutuskan untuk berhenti. Berhenti menemaniku menyusuri jalan itu. Seperti yang sudah kubilang, dia hanya melewati jalan itu. Bukan mendampingiku untuk menyusurinya. Mau tak mau aku berjalan sendiri lagi. Menyusurinya dengan derai air mata karena kehilangannya. Namun tiba-tiba kau datang. Dengan penuh keyakikan kau memasuki jalan itu. Berjalan disampingku, mendampingi, bahkan melindungiku. Menggenggam tanganku dengan penuh keyakinan. Kaupun tak ragu menolongku saat rintangan di jalan itu semakin banyak. Kau ulurkan tanganmu untukku. Kaupun tak ragu mengikutiku masuk ke sungai yang alirannya sangat deras. Kau juga tak ragu meski teriknya matahari membakar kulitmu. Kau juga tak berhenti menyemangatiku saat aku sudah tak sanggup berjalan lagi. Tanpa ragu kau memelukku, memberi semangat dan dorongan agar kuat menyusuri jalan terjal ini dan nanti hingga akhirnya kita dapat keluar dari jalan terjal ini. Tak terbesit sebelumnya aku menginginkanmu, tapi sekarang kaulah yang selalu aku inginkan. Kau yang selama ini aku butuhkan. Namun aku takut, aku takut jikalau kau pergi meninggalkan ku sendiri di jalan ini lagi. Aku takut dengan sesuatu yang namanya "sendirian". Aku hanya berharap, kau akan tetap berjalan denganku dan ingin selalu berjalan denganku seberapa berat rintangan yang harus kita hadapi. Aku berharap kita dapat menyusuri jalan ini dan melewati segala rintangan ini. Sekarang aku tau, aku butuh kamu. Hanya kamu yang seberani ini mendampingiku melewati jalan yang terjal ini. Sekarang aku tau kamulah yang selama ini aku butuhkan. Aku sayang kamu.
-17010119-
Senin, 17 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar