Bata demi bata
Kususun agar menjadi menara
Hujan badai tetap berusaha
Agar kelak kan kokoh disana
Tak jarang ku membuat kesalahan
Yang menyebabkannya kembali runtuh
Bongkahan bata yang telah hancur
Kupaksakan untuknya agar kembali berdiri
Rasa perih ditangan
Karena tergores pecahan bata
Menyisakan bekas luka yang dalam
Bata-bata dengan tetesan air mata
Dan tak jarang dengan tetesan darah
Ingin rasanya mengakhiri saja
Meninggalkan sedikit bata yang telah tersusun
Tapi, menaraku harus tetap beridiri
Untuk bersembunyi, bahkan merasa tinggi dibanding yang lain
Sabtu, 31 Oktober 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar