Selasa, 02 Mei 2017

Awan.

Ketika awan sedang putih dan bersihnya di langit yang cerah dan merekah.
Serta dengan riang bersenda gurau dengan sang mentari.
Namun siapa sangka disaat itu pula, ia sedang menampung butiran air hujan.
Butiran yang satu demi satu naik menuju langit.
Yang kemudian berkumpul memenuhi awan yang putih itu.

Dan tiba-tiba gemuruh pun datang.
Ternyata awan sudah tak mampu menampung butiran air itu.
Iapun merubah warnaya menjadi kelabu.
Dan meneteskan butiran air itu satu-persatu.
Terkadang dengan lembut, terkadang juga tanpa ampun.
Terkadang hanya turun bersama desisan angin, terkadang turun ditemani amukan angin dan petir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar