Sabtu, 07 September 2013

Teman Baru?

Mulai hari ini aku menjalani keseharian dengan seragam atasan putih dan bawahan abu-abu. Namaku Monica. Aku duduk di bangku kelas 1 SMA. Aku bersekolah di salah satu SMA Negeri di Jakarta. 

Semua berawal dari Masa Orientasi Peserta Didik Baru atau yang biasa kita sebut MOPDB. Banyak teman dari SMP asalku yang masuk di SMA yang sama. Tapi yang sekelas dengan ku hanya beberapa orang. Semua murid dari berbagai SMP campur aduk di sekolah baruku ini. Tapi ada satu yang sangat menarik dan terus menyita perhatianku. Badannya yang tidak terlalu tinggi tapi cukup untuk ukuran anak cowo, rambutnya yang berbeda model dengan anak laki-laki kebanyakan memudahkanku untuk menemukannya.

Saat pembagian kelas peminatan ternyata aku sekelas dengannya. Aku tak tahu namanya. Setelah mendengar teman-teman sekelas memanggilnya, aku menyadari bahwa namanya adalah Aly. Dia berjalan mendekat ke arahku dan teman sebangku ku. Dia mengambil tempat duduk disebelah ku. Saat ku perhatikan dia, aku baru menyadari satu hal bahwa senyumannya amat sangat manis dan membuat getaran kecil di hatiku.

Kami memulai percakapan kecil. Menanyakan nama dan sekolah asal kami, menanyakan nama guru yang baru saja mengenalkan dirinya di depan kelas, dan mengulang pembicaraan guru itu karena tidak terdengar jelas karena kami duduk di bangku belakang.

Senang rasanya bisa mengenal Aly. Ternyata ia orangnya baik, humoris, dan perhatian walau tak ia tunujukan secara langsung. Saat pulang sekolah, aku mengecek handphone ku. Ada satu pesan masuk dari nomor yang tidak aku kenal. Saat ku tanya siapa, orang itu menjawab "Gue Aly, temen sekelas lo". Deg deg deg degdegdeg deg. Hatiku berdetak tak karuan. Akhirnya kami saling membalas pesan satu sama lain. Berbasa-basi tentang tugas sekolah maupun yang lain.

Semakin lama aku mengenalnya, semakin aku merasakan sesuatu yang berbeda pada dirinya. Dia juga menunjukan sesuatu yang berbeda dari seorang yang baru kukenal. Aly sangat friendly. Entahlah memang dia yang terlalu friendly atau dia juga punya rasa yang spesial untukku.

Disekolah, kami juga tidak canggung untuk bercanda atau meledek satu sama lain. Kadang kami tidak menghiraukan ejekan teman sekelas kami. Kami tetap bercanda. Ada gejolak rasa bahagia dalam hatiku. Ada rasa ingin memilikinya seutuhnya. Tapi ya, sebagai teman barunya, aku tidak bisa berharap lebih. Aku hanya teman barunya. Aku hanya teman barunya. Tapi walau kenyataannya begitu aku sangat senang bisa mengenal Aly lebih dalam.

(cerita ini hanya fiktif. Mohon jangan menyangkut pautkannya dengan saya. Terimikci)
Terimakasih juga sudah membacaaaaaa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar