Saat senja kan tiba, langit melembutkan warnanya.
Yang
semula biru merekah, menjadi jingga yang menenangkan.
Sungguh indah warna yang diberikan dikala senja tiba.
Siapa
yang tak suka?
Namun setelah matahari kembali ke peraduannya,
Langit
menjadi gelap.
Dengan sabar, sang rembulan menggantikan peran sang surya.
Terkadang ada yang mencaci, kenapa hitam disaat malam tiba?
Bertanya
mengapa bulan tak secerah matahari?
Mengapa
bulan tak dapat menerangi bumi seperti matahari?
Banyak yang ingin menjadi matahri.
Dapat
menyinari hari dan membuat semua yang ada dapat terlihat.
Namun aku ingin menjadi bulan,
Yang
dengan sabar selalu memberi segelintir cahayanya walau tak banyak yang sadar.
Yang
selalu ada, disaat gelap datang.
Dan
dengan lugunya menunjukkan keindahannya yang tak ia sadarai.
Yang
keindahannya hanya di waktu-waktu tertentu, dan hanya dapat dilihat oleh
orang-orang tertentu.
Orang-orang
yang senang berada di kegelapan, dan dengan senang memperhatikan cahaya bulan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar