Rabu, 20 September 2017

Bulan.

Saat senja kan tiba, langit melembutkan warnanya.
Yang semula biru merekah, menjadi jingga yang menenangkan.

Sungguh indah warna yang diberikan dikala senja tiba.
Siapa yang tak suka?

Namun setelah matahari kembali ke peraduannya,
Langit menjadi gelap.

Dengan sabar, sang rembulan menggantikan peran sang surya.

Terkadang ada yang mencaci, kenapa hitam disaat malam tiba?
Bertanya mengapa bulan tak secerah matahari?
Mengapa bulan tak dapat menerangi bumi seperti matahari?

Banyak yang ingin menjadi matahri.
Dapat menyinari hari dan membuat semua yang ada dapat terlihat.

Namun aku ingin menjadi bulan,
Yang dengan sabar selalu memberi segelintir cahayanya walau tak banyak yang sadar.
Yang selalu ada, disaat gelap datang.
Dan dengan lugunya menunjukkan keindahannya yang tak ia sadarai.
Yang keindahannya hanya di waktu-waktu tertentu, dan hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu.
Orang-orang yang senang berada di kegelapan, dan dengan senang memperhatikan cahaya bulan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar