Berawal dari satu barang yang kamu titipkan.
Berlanjut dengan percakapan yang berbau tugas.
Dan entah kenapa, hati ini mempercayakan dirimu untuk membagi ceritaku padamu.
Dan masih tetap berlanjut.
Sampai saat ini.
Terimakasih kepada ular besi yang telah menjadi saksi.
Menjadi saksi perjuangan kami berdua untuk menuju tempat tujuan kami.
Dan menjadi saksi disaat kami letih dan ingin pulang ke peraduan kami masing-masing.
Tanpa disadari, si saksi ini memberi bumbu yang tak terduga.
Sungguh heran aku ini.
Es batu itu lama-lama mencair.
Apakah aku yang membuatnya mencair?
Sehangat itukah aku?
Atau hanya perasaanku saja?
Ah.
Kurasa memang hanya perasaanku saja.
-231913-
Sabtu, 21 Oktober 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar