Mendengar kata terjal, yang terlintas dikepala biasanya jalan yang berada di pegunungan.
Tapi bukan hanya itu, perjalanan di dalam kehidupan ini pun juga cukup terjal.
Dan terlebih lagi banyak rintangan yang harus siap dihadapi.
Dimulai dari rintangan dalam belajar, menggapai impian, bahkan perihal cinta.
Sebelum terlahir di dunia inipun kita sudah menghadapi rintangan.
Berlomba bagaimana agar bisa menjadi zat yang kemudian menjadi sosok manusia mungil.
Dan itu hanya permulaan.
Jalan yang terjal sudah menanti saat kau meneriakan tangisan kecilmu itu.
Menantimu untuk ditapaki.
Saat dirimu merasa sudah kuat berjalan, jalan terjal itu sungguh senang.
Membuat dirimu jatuh, jatuh, dan terus jatuh.
Sampai tiba waktunya, kamu sudah terbiasa jatuh dan dapat mengatasinya.
Tidak berhenti sampai disitu.
Dunia ini memaksamu, mau tidak mau harus menuntut ilmu.
Entah disekolah impianmu atau tidak, dunia ini tak peduli.
Jalan terjal itu lagi-lagi membuatmu jatuh.
Membuat kakimu tak sanggup mencapai sekolah impianmu yang masih berada jauh dari tempatmu.
Dan terpaksa, mengambil sekolah terdekat dari tempatmu berdiri.
Belum puas dengan membuatmu kehilangan sekolah impianmu, jalan yang kau tapaki menuntunmu bertemu dengan manusia lain yang membuatmu merasakan cinta.
Bukan tugasnya kalau tidak membuatmu jatuh, jalan itu selalu saja menyulitkanmu.
Membuatmu jatuh dan merasakan sakit yang terlalu.
Tapi entah kenapa, dirimu selalu mencoba bangkit dari jatuhmu.
Melupakan segala sakit yang diperoleh.
Menjadikan semuanya menjadi pelajaran, sesuatu yang harus diingat agar tidak jatuh lagi.
Tetap terus berjalan dengan segala rintangan yang ada di jalan yang kau tapaki.
Tidak mau menyerah agar bertemu dengan jalan yang landai.
Jalan yang indah.
Yang selalu hadir disaat kamu berhasil melewati rintangan di jalan yang terjal itu.
Dan akan terus berulang.
Hingga akhirnya kamu menemukan ujung dari perjalananmu.
Yang selalu kamu harapkan, bahwa ujung perjalanan itu indah.
Dan membuatmu bahagia.
Minggu, 26 Januari 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar