Selasa, 17 September 2013

Emangnya Layangan? (part 2)

Jam weker di kamar Dila bernyanyi membangunkan Dila. Cahaya kuning keemasan matahari pagi menyeruak memasuki kamarnya. Dila bangun dan menuju kamar mandi dengan langkah terseret. Setelah selesai mandi Dila memakai seragamnya dan langsung menuruni tangga dengan terburu-buru. Dila menengguk susu di gelasnya dan meraup setangkup roti di meja makan.
“maaa Dila berangkat ke sekolah dulu yaa”  ucapnya sambil mencium tangan mamanya.
“loh susunya ngga diabisin?”
“ngga usah ma udah telaat. Dada mamaaaa”
"iya sayaang, hati-hatii. Belajarnya yang bener yaa"
"sip maaaaaa"

Dila langsung memasuki mobilnya, supir pribadinya sudah menunggunya sedaritadi
“pak ayo capcuus. Jalannya cepetan dikit ya pak, udah mau telat”
“iya neng. Lagian si eneng bangunnya kesiangan sih. Emang mimpiin apa neng?”  ledek supirnya.
Ah ya semalem gue mimpiin Nanda….fikirnya.

Mata Dila kosong. Dia menatap jalan dan mencoba mengingat mimpinya tadi malam. Di dalam mimpinya, Ia dan Nanda seperti sepasang kakak adik yang saling menjaga satu sama lain. Dila bermimpi, ia dan Nanda berada di ladang rumput yang amat luas. Saat mereka berjalan agak jauh, mereka menemukan sungai dan air terjun yang berukuran tidak terlalu besar. Mereka berdua saling menarik satu samalain ke sungai tersebut. Mereka bercanda dan tertawa bersama. Saat arus tiba-tiba menguat, Dila sempat terseret arus tersebut. Namun dengan cekatan Nanda menangkap Dila dan membawanya ke tepian. Dila pingsan. Muka Nanda memucat. Nanda mencoba membangunkan Dila dengan menggoyangkan badan Dila. Namun Dila tidak merespon. Akhirnya Nanda mencoba memberi nafas buatan untuk Dila. Dila membuka matanya perlahan. Lalu mereka menatap satu sama lain dengan rasa lega dan mereka berpelukan dalam diam. Namun suara berisik dari jam weker Dila membangunkannya. Hanya itu yang bisa Dila ingat. Senyum manis terukir diwajahnya.
“neng sudah sampai nih”
“eh iya pak hehe makasih pak. Nanti jemput kaya biasanya ya”
“sip neng”

Dila menyusuri gerbang sekolah dan memasuki koridor kelas. Dia menaiki tangga menuju lantai dua dimana kelasnya berada.  Saat dia memasuki kelas, ia disambut senyuman manis Nanda yang sedari tadi sudah menunggunya.  Dila hanya membalas senyum Nanda dengan singkat dan berjalan menuju mejanya. Ia memainkan handphonenya, ternyata ada pesan dari Nanda yang tidak ia sadari. Cepat-cepat ia mencari Nanda
*nyengir* “Naaan…maaf ngga liat kalo ada sms dari lo…hehehehe”
“yeeh pantesan, gua nungguin tau”
“hehe sorry nan, udah tidur semalem”
“iyaa ngga papa Dill :)

Dila salah tingkah lagi karna senyuman Nanda. Ia pura-pura sibuk dengan handphonenya. Namun tak lama bel jam tanda mulai belajar berbunyi. Ia semakin salah tingkah karena Nanda tau-tau saja duduk didepannya. Ia buru-buru mengambil buku matimatika dan menanyakan soal yang ia tidak mengerti kepada teman sebangkunya.

Bel jam pergantian pelajaran berbunyi. Lagi-lagi tidak ada guru seperti kemarin. Nanda yang duduk didepannya langsung menghadap Dila, berteriak dan menggebrak meja
“DIIIILLAAAAAAA”
“anjir apaansi lo ngaggetin aje. Gua dibelakang lo ga budek juga, gosah teriak-_- Ada apaansi?”
“gapape iseng aje wwkwkwkwk”
“yela rese bat-_-“
“hehehhe.. Ntar gua anter pulang yuk”
“hah? Kaga usah gua dijemput supir tercinta guaaa..”
“yah gapapa dong sekali-kaliii..pleaseee” pinta Nanda dengan muka memelas
“yodeh deh ah-__- muke lo biasa aje kek”
"hahahaha muka gua emang ginii"

Sebelum bel berbunyi, Dila menelpon supirnya agar tidak menjempunta di sekolah. Saat waktu menunjukan pukul 14.25. Bel tanda berakhirnya pelajaranpun bernyanyi. Murid-murid berhamburan menuruni tangga menuju gerbang sekolah. Begitu juga dengan Dila dan Nanda. Mereka menuju parkiran murid di sekolah mereka dan menuju motor Nanda.
Di dalam fikiran Dila kali ini aaaazz maksudnya apa ini, semalem gua mimpiin Nanda dan sekarang dia ngajak gua pulang bareng. 
"motor lo yang mana Nan?"
"tuh yang warna merah, keren kan?"
"yela kerenan gua wkwk"
"et pede amat ini cewek"
"hahahaha suka-suka siiiii:p"
"iya ma bebi bebi. Naik buruan kita go home"
"yes sir"



(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar