Akhirnya Dila pulang ke rumahnya bersama Nanda. Dila hanya bisa diam dibelakang Nanda. Tak satu katapun keluar dari mulutnya, kecuali saat Nanda berbelok ke arah yang salah
"Nan rumah gue bukan di siniiiiiii!"
"Eh salah yaaa. Yaudah mampir bentaran aja yaa"
"Anjir mau kemanaaa?!"
"Udah diem aja"
"Sial, mau dibawa kemana gue-_-" pikir Dila dalam hati. Namun Dila hanya menuruti kata Nanda dan tidak berusaha untuk memaksa Nanda agar segera memulangkannya. Di hati Dila yang paling dalam, ia merasakan suatu kebahagiaan yang amat sangat. Detak jantungnya juga tidak karuan ketika bersama Nanda. Begitupun Nanda. Tapi kedua remaja tersebut hanya diam berusaha untuk menyembunyikan perasaan mereka.
Tiba-tiba saja motor Nanda berhenti di suatu tempat yang asing bagi Dila
"Dil udah sampe nih"
"Ini apaan? Kok bangunannya lucu banget"
"Udah ayok masuk dulu. Gua jamin lo gamau pulang dari sini"
Dila hanya menatap Nanda dengan sinis dan tampang bingung, dan Nanda membalasnya dengan tawa ringan. Ternyata Nanda membawa Dila ke kedai ice cream favoritenya sedari kecil. Nanda sering menghabiskan waktunya setelah pulang sekolah ke sini. Entah hanya untuk memakan ice cream atau untuk mengerjakan tugas.
"Mau pesen apa Dil?"
"Hah? Gue gatau, pesenin yang enak aja. Yang rasa vanilla atau mint ya"
"Disini bisa dimix sesuai kemauan lo kok"
"Serius?"
"Iyaaa"
"Mbaak ice cream vanilla sama mintnya dikasih syrup coklat sama taburin almond yaaa :D" ucap Dila dengan amat antusias.
"Dua mba. Biasa aja kali Dil mesennya, lebay amat-_-"
"Ini kak ice creamnya. Jadi 48.000 rupiah"
"Nih Nan uangnyaa"
"Ngga usah pake uang gua aja"
"Yeay hahhaha makasih Nan :3"
"Iyaaa sama-samaa. Yaudah yuk duduk disana"
Mereka berdua mengambil tempat di dekat kolam ikan di dalam kedai tersebut. Kedai itu memang tidak cukup besar. Berinterior serba kayu dan batu-batu alam menambah kenyamaan apabila kita berada didalamnya. Dila memakan ice creamnya dengan bersemangat karena itu adalah rasa ice cream yang sangat ia sukai. Nanda memperhatikan gerak-gerik lucu Dila saat memakan ice cream. Gurat senyum diwajah Nanda tak pernah memudar. Matanya yang tertutup kacamata selalu terarah ke wajah Dila. Dil, lo manis banget. Lo beda dari kebanyakan perempuan yang gue kenal. Lo itu spesial.. ucap Nanda dalam hatinya.
Tak berapa lama, Dila sadar bahwa ada yang memperhatikannya. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Nanda dengan bingung.
"Kenapa lo?"
"HAHAHAHAHAHA sini"
"Apaan?"
Nanda mengusap bagian bibir Dila yang terkena ice cream.
"Ada ice cream di bibir lo. Anak SMA kok makan ice cream belepetan sih. Bocah dasar :p"
"Ish apaan si Nanda modus ae HAHAHAHAHA :p"
"Yeh pengen banget gua modusin apa?-_- orang beneran ada ice cream. Gua cuma mau bantuu"
"Hahahaha iyaaiyaa"
Detak jantung Dila semakin berdetak dengan cepat. Ia bingung. Ia salah tingkah. Akhirnya ia memutuskan untuk ke toilet.
"Nan ke toilet bentar yaa"
"Yes baby"
Anjir ni anak sempet-sempetnya manggil gue baby ucap Dila dalam hati. Saat di kamar mandi Dila terus menerus memegangi bibirnya yang tadi disentuh Nanda. Ia tidak bisa berhenti tersenyum. Namun saat ia ingat siapa dirinya bagi Nanda, ia hanya bisa menelan ludah dan menerima kenyataan. Di tempat lain, tingkah Nanda tak jauh berbeda dengan Dila. Senyumnya selalu menghiasi wajahnya. Alasan senyum itu terukir karena sedikit ice cream di bibir Dila tadi.
Setelah Dila keluar dari toilet, ia langsung berjalan kearah Nanda dan mengajaknya pulang. Ia hampir lupa waktu karena ada Nanda didekatnya. Ia nyaman berada di dekat Nanda. Rasanya ia tidak ingin mengakhiri hari ini secepatnya. Namun jam sudah menunjukan pukul 17:14 sore. Akhirnya Nanda mengantar Dila ke rumahnya.
Sesampainya Dila di rumah, ia langsung berlari ke kamarnya dan membasuh badannya dengan air hangat. Selesai membersihkan diri, Dila melaksanan kewajibannya untuk menjalankan sholat ashar. Ia hampir lupa karena tadi Nanda mengajaknya ke kedai ice cream tersebut. Selesai sholat, Dila mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan kepada Nanda
"Nan, udah sampe rumah?"
Pesannya tak langsung dibalas. Ia merasa bosan dan kesal karena Nanda lama membalas pesannya. Setengah jam kemudian barulah Nanda membalasnya
"hai Dill. Udah kok. Maaf ya baru bales.. Tadi abis mandi sama sholat. Maaf banget yaa. Kamu udah sholat maghrib?"
"Ohh okeoke, iya gapapa. Aaaahhhhh apaan sih looo soksok pake kamu. Yelaaaa php gasiiiii *deleted* Hmm iyaa gapapa kok Naaann.. Udah doong kan anak sholehah O:)"
"Ahahaha bagus-bagus, gitu dong yang rajin:* Besok ada tugas apa aja?"
"Anzayy lagi lagi nih lo kasih emot kiss, yelaaaa php banget:'( *deleted* Iyaa doong harus rajiin;3 Ada tugas fisika tuh yang soalnya tadi di tulisin di papan tulis. Ga ngerti nih, ajarin dong"
"Siip baguusss:3 Iyaaa aku telfon yaaa"
Tak lama kemudian lagu call me maybe milik Carly Rae Jepsen berdering dari handphone Dila. Telfon itu dari Nanda yang akan mengajarinya pr fisika
(bersambung)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar